CNG Trucking

CNG Trucking

Menghubungkan Pasokan dan Kebutuhan Gas melalui Transportasi Darat

Compressed Natural Gas (CNG) Trucking merupakan metode distribusi gas bumi dengan mengangkut gas dalam bentuk terkompresi dari titik pasokan menuju konsumen menggunakan transportasi darat.

CNG Trucking memberikan fleksibilitas untuk menjangkau lokasi yang belum memiliki jaringan pipeline, pembangunan pipeline belum tersedia atau belum ekonomis, maupun lokasi yang membutuhkan alternatif distribusi gas yang lebih fleksibel. Sistem ini menghubungkan pasokan dan kebutuhan gas melalui kombinasi compression, storage, transportation, pressure regulation, dan metering.

1. Konsep CNG Trucking

Secara umum, rantai distribusi CNG Trucking terdiri dari:

Gas Source Compression CNG Filling GTM Transportation CNG Receiving Pressure Regulation & Metering Customer

Pada sisi pasokan, gas bumi dikompresi dan dimasukkan ke dalam Gas Transportation Module (GTM). GTM kemudian diangkut menggunakan trailer menuju lokasi konsumen. Setelah tiba di lokasi, gas ditransfer dari GTM dan tekanannya diturunkan sesuai kebutuhan sebelum dialirkan ke sistem gas konsumen.

2. Ukuran GTM, Kapasitas, dan Kebutuhan Lokasi

Gas Transportation Module (GTM) merupakan peralatan utama yang digunakan untuk menyimpan dan mengangkut gas terkompresi. GTM tersedia dalam berbagai konfigurasi dengan perbedaan pada ukuran, susunan cylinder, kapasitas penyimpanan, dimensi, dan berat.

Bagi calon pengguna CNG, pemilihan GTM bukan hanya berkaitan dengan kapasitas gas. Karakteristik fisik GTM dan trailer juga menentukan kebutuhan lahan, akses jalan, radius putar, area parkir, dan ruang loading/unloading.

Table 1. Indicative GTM Size for CNG Transportation

Parameter 5 ft 10 ft 20 ft 40 ft
Technical Data
Pressure (barg) 200 200 200 200
Capacity (act. m³) 3.1 6.2 12.5 25.0
Capacity (Sm³) 500 1,000 1,982 3,964
Capacity (MSCF) 18 35 70 140
Energy (MMBtu) 18 35 70 140
Physical Dimensions & Weight
GTM Dimensions (L × W × H), m ~1.5 × 1.2 × 1.5 ~3.0 × 2.4 × 2.6 ~6.1 × 2.4 × 2.6 ~12.2 × 2.4 × 2.6
GTM Weight (ton) ~1.5–3 ~3–6 16.9 24.0–34.3
GTM + Trailer Dimensions (L × W × H), m ~5.0 × 2.0 × 2.5 ~7.0 × 2.4 × 3.0 ~10–12 × 2.5 × 3.5 ~16–18 × 2.5 × 4.0
GTM + Trailer Weight (ton) ~5–8 ~8–12 ~17–25 ~30–45
Referensi & Catatan

[1] CIMC ENRIC, CNG Tube Skids. Spesifikasi yang dipublikasikan menunjukkan bahwa kapasitas GTM dapat berbeda berdasarkan jumlah dan konfigurasi tube.

[2] Basis kapasitas GTM indikatif: 10 ft = 35 MSCF, 20 ft = 70 MSCF, dan 40 ft = 140 MSCF. Kapasitas 5 ft diperkirakan secara proporsional.

[3] Konversi kapasitas: 1 MSCF = 28.317 Sm³.

[4] Perhitungan energi menggunakan GHV = 1,000 Btu/scf, sehingga secara pendekatan 1 MSCF = 1 MMBtu.

[5] Kapasitas aktual dipengaruhi oleh temperatur, komposisi gas, compressibility factor (Z), konfigurasi cylinder, dan desain manufacturer.

[6] Dimensi dan berat merupakan estimasi indikatif untuk pertimbangan awal terkait kebutuhan lahan, akses jalan, radius putar, area parkir, dan area loading/unloading. Nilai aktual harus dikonfirmasi berdasarkan spesifikasi GTM, trailer/chassis, dan prime mover yang dipilih.

3. Infrastruktur CNG

Sistem distribusi CNG membutuhkan kesesuaian antara infrastruktur di sisi pasokan dan sisi konsumen.

Pada sisi pasokan, fasilitas umumnya mencakup compression, CNG filling, dan loading facilities. Pada sisi konsumen, fasilitas penerimaan dapat mencakup CNG unloading, pressure reduction, metering, dan sistem distribusi gas ke peralatan pengguna.

Kapasitas masing-masing fasilitas perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola konsumsi gas. Konsumen dengan kebutuhan gas yang tinggi dan kontinu dapat membutuhkan konfigurasi yang berbeda dibandingkan konsumen dengan kebutuhan yang lebih kecil atau fluktuatif.

4. Apa yang Menentukan Biaya CNG?

Biaya CNG yang diterima konsumen atau delivered CNG cost tidak hanya ditentukan oleh harga gas di sumber. Biaya transportasi dan kebutuhan infrastruktur dapat menjadi bagian penting dari total biaya gas yang diterima konsumen.

Volume   +   Distance   +   GTM Capacity   +   Truck Utilization   +   Infrastructure

Semakin jauh jarak transportasi, umumnya semakin besar biaya logistik. Namun, pengaruhnya tidak selalu linear karena dipengaruhi oleh kapasitas GTM, jumlah perjalanan, waktu perjalanan, waktu loading dan unloading, serta utilisasi kendaraan.

Kebutuhan gas yang lebih besar dapat meningkatkan efisiensi transportasi melalui utilisasi GTM dan kendaraan yang lebih tinggi, sementara kebutuhan yang lebih kecil dapat memerlukan konfigurasi logistik yang berbeda.

5. CNG Trucking sebagai Infrastructure Optimization Problem

CNG Trucking bukan sekadar persoalan mengangkut gas dari titik A ke titik B. Solusi yang paling sesuai bergantung pada hubungan antara pasokan gas, kebutuhan konsumen, jarak, sistem transportasi, kapasitas GTM, infrastruktur, dan kondisi lokasi.

Sebagai contoh, GTM yang lebih besar dapat mengurangi jumlah perjalanan yang diperlukan, tetapi belum tentu sesuai untuk lokasi konsumen dengan akses jalan terbatas atau area manuver yang sempit. Sebaliknya, GTM yang lebih kecil dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik, tetapi membutuhkan frekuensi pengiriman yang lebih tinggi.

Karena itu, sistem distribusi CNG perlu dievaluasi berdasarkan keseluruhan aspek ekonomi dan kesesuaian infrastruktur, bukan hanya berdasarkan kapasitas equipment.

6. Kapan CNG Trucking Menjadi Pilihan?

  • Jaringan pipeline belum tersedia.
  • Pembangunan pipeline belum ekonomis untuk dilakukan.
  • Lokasi konsumen berada jauh dari jaringan gas yang tersedia.
  • Kebutuhan gas belum cukup besar untuk membenarkan investasi pipeline.
  • Diperlukan fleksibilitas dalam distribusi gas.
  • CNG diperlukan sebagai solusi sementara sebelum infrastruktur pipeline tersedia.

Kesimpulan

CNG Trucking memberikan fleksibilitas dalam menghubungkan pasokan dan kebutuhan gas ketika infrastruktur pipeline belum tersedia atau belum ekonomis untuk dibangun.

Solusi yang optimal tidak hanya ditentukan oleh pemilihan kapasitas GTM. Volume, jarak, transportasi, infrastruktur, akses lokasi, dan kebutuhan konsumen perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk menghasilkan sistem distribusi CNG yang reliable dan efisien secara ekonomi.

Comments

Popular posts from this blog

METERING STATION

Gas Sweetening