Posts

Showing posts from February, 2024

Strategi Pipanisasi Gas Industri Untuk Harga Gas Paling Kompetitif

Image
Penulis: Tulus Setiawan Tanggal:  17 Februari 2024 Bagi industri pengguna gas, harga gas menjadi salah satu parameter penting pembentuk harga produk. Pemerintah terus berupaya mengatur harga gas seoptimal mungkin. Misalnya, melalui Permen ESDM Nomor 58 Tahun 2017, mengatur nilai wajar (menurut Pemerintah) batasan keuntungan yang bisa diperoleh para trader gas. Selain itu, Pemerintah juga menerapkan kebijakan HGBT, yakni pengurangan "jatah" keuntungan Pemerintah dari sisi hulu sehingga harga gas di hilir bisa lebih murah. Harapannya, dengan harga gas yang lebih kompetitif akan dapat meningkatkan daya saing industri. Hal lainnya yang masih bisa dioptimalkan yakni dari sisi pembangunan infrastruktur pipa gas. Pemerintah sebenarnya sudah cukup baik dalam pembuatan roadmap gas pipa melalui RIJTDGBN. Namun, jaringan pipa untuk segmen yang paling hilir, yakni pipa distribusi dari trader gas ke industri selaku end user sepertinya masih perlu dioptimalkan lagi. Selama ini, dalam penen...

Menuju Skenario Final Skema Penyaluran Energi

Image
Penulis: Tulus Setiawan Tanggal: 16 Februari 2024 Menyongsong persaingan industri global yang semakin ketat, setiap pelaku industri dituntut untuk efisien. Salah satu langkah efisiensi yang dapat ditempuh adalah konversi energi.  Saat ini, masih ada cukup banyak industri yang menggunakan bahan bakar seperti LPG & solar. Bahan bakar jenis ini relatif mahal jika dibandingkan gas. Sebagai perbandingan, jika dikonversikan ke dalam unit satuan usd/mmbtu, harga LPG ± 22 usd/mmbtu dan harga solar ± 38 usd/mmbtu. Angka ini lebih mahal dibanding gas pipa pada kisaran 9-15 usd/mmbtu. Bahan bakar gas jenis lainnya, yakni CNG pada kisaran 12-19 usd/mmbtu. Bahan bakar jenis gas, baik itu gas pipa maupun CNG bisa bervariasi tergantung volume dan jarak lokasi pengiriman. Selisih harga bahan bakar ini merupakan satu peluang efisiensi. Selain harga, khusus untuk LPG, penggunaan bahan bakar jenis ini menjadi isu tersendiri. Saat ini, Indonesia masih mengimpor LPG sebesar 5.5 juta ton per tahun. ...