Gas Supply
Untuk meningkatkan daya saing industri, diperlukan sebuah terobosan untuk mendapatkan harga Gas Bumi yang kompetitif. Salah satu cara untuk mendapatkan harga gas yang kompetitif adalah dengan Optimasi Infrastruktur. Optimasi infrastruktur dilakukan dengan mengoptimalkan design & kapasitas sesuai kebutuhan Gas Demand. Hal ini sangat penting, karena jika infrastruktur over size bisa mengakibatkan pembengkakan capex yang dapat menyebabkan tingginya harga gas.
Solusi yang optimal harus mempertimbangkan kombinasi antara gas source, transportation, infrastructure, demand, reliability, dan total delivered gas cost.
TMConsindo menyediakan solusi Gas Supply untuk kebutuhan industri melalui tiga metode utama, yaitu Gas Pipeline, CNG, dan LNG. Pemilihan metode dilakukan dengan pendekatan Optimasi Infrastruktur agar didapatkan skema yang paling efektif dan efisien.
1. Gas Pipeline
Dibandingkan metode transportasi berbasis kendaraan, pipeline memiliki keunggulan pada kontinuitas suplai dan tidak memerlukan pengangkutan gas secara berulang menggunakan truk. Namun, kelayakan pipeline sangat dipengaruhi oleh jarak, volume demand, tekanan, serta kebutuhan investasi infrastruktur.
2. CNG
Compressed Natural Gas (CNG) merupakan gas bumi yang dikompresi pada tekanan tinggi dan kemudian diangkut menggunakan Gas Transportation Module (GTM). CNG menjadi alternatif ketika lokasi konsumen tidak terjangkau oleh jaringan pipeline atau pembangunan pipeline belum ekonomis.
Keunggulan CNG adalah fleksibilitasnya dalam melayani konsumen dengan demand relatif kecil maupun lokasi yang belum memiliki akses jaringan gas. Gas dapat dikompresi di fasilitas sumber, dimuat ke GTM, kemudian dikirimkan melalui transportasi darat menuju fasilitas penerima di lokasi konsumen.
3. LNG
LNG dapat dikirimkan menggunakan LNG Trucking untuk distribusi darat. Untuk lokasi yang terpisah oleh laut atau membutuhkan volume distribusi yang lebih besar, LNG juga dapat ditransportasikan menggunakan kapal.
Gas Pipeline vs CNG vs LNG
Tidak terdapat satu metode gas supply yang selalu paling baik untuk seluruh kondisi. Setiap metode memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi fasilitas dan kebutuhan konsumen.
| Parameter | Gas Pipeline | CNG | LNG |
|---|---|---|---|
| Typical Location | Dekat jaringan gas | Jauh dari pipeline | Jauh dari pipeline |
| Demand | Menengah–besar | Kecil–menengah | Menengah–besar |
| Transportation | Pipeline | Truck / GTM | Truck / Ship |
| Infrastructure | Pipeline & Metering | Compression, GTM & Receiving | Liquefaction, LNG Transport & Regasification |
| Flexibility | Sedang | Tinggi | Tinggi |
Indicative Gas Supply Cost
Sebagai gambaran referensi komersial, kisaran harga indikatif Gas Supply adalah sebagai berikut:
| Gas Supply | Indicative Price | Main Consideration |
|---|---|---|
| Gas Pipeline | USD 10–16/MMBtu | Distance & volume |
| CNG | USD 13–18/MMBtu | Distance & volume |
| LNG | USD 15–19/MMBtu | Distance & volume |
Important: Kisaran harga di atas merupakan indicative price, bukan quotation atau harga jual yang berlaku secara universal. Harga aktual dapat berubah sesuai harga gas source, volume demand, jarak, transportation, infrastructure, contract terms, dan kondisi proyek.
Informasi lebih lanjut & pemesanan, hubungi whatsapp TMConsindo:
Comments
Post a Comment