Fuel Conversion
Bagi industri, pemilihan bahan bakar tidak hanya berkaitan dengan harga energi. Biaya operasi, ketersediaan bahan bakar, emisi, sistem distribusi, kebutuhan peralatan, serta keandalan pasokan merupakan faktor yang saling berkaitan.
Fuel Conversion merupakan pendekatan untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar eksisting ke bahan bakar alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan teknis dan operasional fasilitas.
Untuk aplikasi industri, Natural Gas dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar untuk menggantikan Diesel, LPG maupun Batubara. Gas dapat disuplai melalui Gas Pipeline, CNG atau LNG, tergantung lokasi fasilitas, kebutuhan gas dan kondisi infrastrukturnya.
Fuel Conversion to Natural Gas
TMConsindo melayani program konversi bahan bakar industri menuju Natural Gas dengan mempertimbangkan kondisi existing facility dan kebutuhan energi.
Tiga program fuel conversion yang umum dilakukan adalah:
Fuel Conversion Approach
Setiap fasilitas memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, fuel conversion perlu dilakukan melalui evaluasi terhadap kondisi existing dan kebutuhan energi secara menyeluruh.
| Step | Evaluation |
|---|---|
| 01 |
Existing Fuel Identifikasi jenis bahan bakar, konsumsi, harga dan sistem existing. |
| 02 |
Gas Demand Menentukan kebutuhan gas berdasarkan kapasitas dan pola operasi fasilitas. |
| 03 |
Gas Supply Evaluasi pilihan Gas Pipeline, CNG atau LNG berdasarkan lokasi dan kebutuhan. |
| 04 |
Equipment Modification Evaluasi kebutuhan modifikasi burner, furnace, boiler, piping, metering dan equipment terkait. |
| 05 |
Technical & Commercial Evaluation Membandingkan CAPEX, operating cost, fuel cost, emission dan reliability. |
Note: Angka fuel cost dan emission reduction di atas merupakan angka indicative dan dapat berbeda tergantung harga energi, lokasi, volume konsumsi, teknologi equipment, operating condition dan skema supply.
Informasi lebih lanjut & pemesanan, hubungi whatsapp TMConsindo:
Comments
Post a Comment