Fuel Conversion

Bagi industri, pemilihan bahan bakar tidak hanya berkaitan dengan harga energi. Biaya operasi, ketersediaan bahan bakar, emisi, sistem distribusi, kebutuhan peralatan, serta keandalan pasokan merupakan faktor yang saling berkaitan.

Fuel Conversion merupakan pendekatan untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar eksisting ke bahan bakar alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan teknis dan operasional fasilitas.

Untuk aplikasi industri, Natural Gas dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar untuk menggantikan Diesel, LPG maupun Batubara. Gas dapat disuplai melalui Gas Pipeline, CNG atau LNG, tergantung lokasi fasilitas, kebutuhan gas dan kondisi infrastrukturnya.

Fuel Conversion to Natural Gas

TMConsindo melayani program konversi bahan bakar industri menuju Natural Gas dengan mempertimbangkan kondisi existing facility dan kebutuhan energi.

Tiga program fuel conversion yang umum dilakukan adalah:

1. Diesel to Gas

Konversi dari Diesel atau Solar ke Natural Gas merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi biaya bahan bakar sekaligus menurunkan emisi CO2.

Parameter Diesel Natural Gas Potential Benefit
Fuel Cost 38 USD/MMBtu 10–19 USD/MMBtu 50–74% Cost Saving
CO2 Emission 74 kg/MMBtu 53 kg/MMBtu 29% Reduction

READ MORE

2. LPG to Gas

Konversi LPG ke Natural Gas dapat menjadi alternatif bagi industri yang membutuhkan bahan bakar gas dengan sistem distribusi yang lebih sesuai dengan kondisi lokasi dan kebutuhan operasional.

Parameter LPG Natural Gas Potential Benefit
Fuel Cost 22 USD/MMBtu 10–19 USD/MMBtu 14–55% Cost Saving
CO2 Emission 63 kg/MMBtu 53 kg/MMBtu 16% Reduction

READ MORE

3. Coal to Gas

Konversi Batubara ke Natural Gas terutama dipertimbangkan oleh industri yang membutuhkan pengurangan emisi, peningkatan fleksibilitas operasi dan sistem pembakaran yang lebih bersih.

Parameter Coal Natural Gas Potential Benefit
Fuel Cost 4 USD/MMBtu 10–19 USD/MMBtu —
CO2 Emission 96 kg/MMBtu 53 kg/MMBtu 45% Reduction

READ MORE

Fuel Conversion Approach

Setiap fasilitas memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, fuel conversion perlu dilakukan melalui evaluasi terhadap kondisi existing dan kebutuhan energi secara menyeluruh.

Step Evaluation
01 Existing Fuel
Identifikasi jenis bahan bakar, konsumsi, harga dan sistem existing.
02 Gas Demand
Menentukan kebutuhan gas berdasarkan kapasitas dan pola operasi fasilitas.
03 Gas Supply
Evaluasi pilihan Gas Pipeline, CNG atau LNG berdasarkan lokasi dan kebutuhan.
04 Equipment Modification
Evaluasi kebutuhan modifikasi burner, furnace, boiler, piping, metering dan equipment terkait.
05 Technical & Commercial Evaluation
Membandingkan CAPEX, operating cost, fuel cost, emission dan reliability.

Note: Angka fuel cost dan emission reduction di atas merupakan angka indicative dan dapat berbeda tergantung harga energi, lokasi, volume konsumsi, teknologi equipment, operating condition dan skema supply.

Informasi lebih lanjut & pemesanan

Informasi lebih lanjut & pemesanan, hubungi whatsapp TMConsindo:

0812-9541-3661 (click)

Comments

Popular posts from this blog

METERING STATION

Gas Sweetening

Social Media